Pengobatan Herbal Penyakit Thalasemia

Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit yang cukup berbahaya bagi kehidupan manusia dan terjadinya penyakit ini akibat perkawinan pasangan yang carrier thalassemia.untuk mengobati penyakit thalasemia belum ada cara pengobatan yang pasti namun ada cara untuk mengurangi penderita penyakit thalassemia maka pencegahannya harus dilaksanakan, dapat dengan cara menyaring penduduk yang sudah pasti pembawa (carrier) dan memberikan penjelasan kepada penduduk yang mempunyai resiko sebelum mereka mempunyai anak-anak yang mengidap thalassemia. Dalam hal ini penyuluhan akan thalassemia ini perlu dilakukan agar para orangtua mengerti dan dapat mengurangi ataupun meniadakan penyakit thalassemia ini. Masyarakat diberi penjelasan tentang bagaimana cara mencegah serta mengobati thalasemia dan bagaimana mencegah agar penyakit thalasemia tidak menyerang kita.karena penyakit thalasemia sangat berbahaya maka kami memberi solusi pengobatan yang tepat dengan jelly gamat gold g obat herbal ini terbuat dari teripang yang banyak mengandung protein sehingga mampu mengobati thalasemia.Untuk informasi pemesanan obat herbal thalasemia jelly gamat gold g silahkan klik pesan sekarang Jelly gamat Gold G

Solusi terbaik pengobatan thalasemia dengan jelly gamat gold g.

Thalasemia
sebuah riset yang cukup mengagatkan kita semua:sekitar 20 juta penduduk Indonesia membawa gen penyakit thalasemia. Mereka berpeluang mewariskan penyakit kelainan darah itu kepada keturunannya. Pasangan Tarkiman dan Siti Maryati di Cianjur, Jawa Barat, misalnya menurunkan penyakit itu kepada buah hati mereka, Salwa Wijaya.

Salwa Wijaya (3 tahun) tak seperti bocah seusianya yang tengah lucu-lucunya. Tubuh sulung 2 bersaudara itu kurus kering. Suhu tinggi kerap menghampirinya. Pertumbuhannya juga lambat. Ia baru dapat berjalan ketika usianya 2,5 tahun. Pada tahap itu Siti Maryati tak curiga bahwa anaknya menderita thalasemia. Ia hanya menduga, anaknya kurus kering lantaran enggan makan.

Namun ketika benjolan seukuran buah kedondong muncul di pinggang kiri perempuan itu, Siti segera bergegas ke dokter. Hasil diagnosis dokter, Salwa kelelahan. Siti tak puas hati atas diagnosis itu sehingga mendatangi dokter kedua. Ahli medis itu menyarankan agar Salwa menjalani tes darah. Ketika itu kulit Salwa pucat, perut membuncit, dan urine lebih gelap. Misteri itu terpecahkan di Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Bocah kelahiran 5 Februari 1997 itu positif menderita thalasemia

Benjolan di pinggang itu ternyata limpa yang membengkak. Organ itu membesar lantaran tak dapat menjalankan fungsinya membersihkan darah. Dokter mengatakan belum ada penawar alias obat thalasemia. ‘Hanya transfusi darah penyambung hidupnya,’ kata Tarkiman mengulangi pernyataan dokter. Dua minggu sekali, Salwa harus menjalani transfusi sebanyak 2-3 kantong darah.

Transfusi pada penderita thalasemia

Perubahan akan terjadi didalam tubuh penderita penyakit thalasemia atau mutasi gen pembawa kode genetik untuk pembuatan hemoglobin. Akibatnya, kualitas sel darah merah merah menurun dan gagal bertahan hidup lama. Pasien thalasemia mesti menjalani transfusi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Tugas hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh namun pada penderita thalasemia hal ini tidak terjadi sehingga keadaan pasien thalasemia semakin memburuk.

Ketika kadar hemoglobin menurun akan menyebabkan kelelahan hal  hal ini terjadi pada penderita thalasemia, bahkan pingsan. Karena lama merawat Salwa, Siti akhirnya mengetahui kapan Salwa mesti menjalani transfusi darah. “Tanda-tanda Salwa harus ditransfusi darah, bibirnya putih pucat, mimisan, lemas lunglai, dan tonjolan membengkak di pinggangnya.” kata Siti. Saat itu, kadar hemoglobin dalam darah Salwa hanya 6 kadar normal 12-16.

Setelah transfusi, hemoglobin hanya meningkat 1 angka, menjadi 7. Itu sebabnya tubuh Salwa masih tetap lemah. ‘Saya hampir tak pernah mengikuti pelajaran olahraga,’ kata Salwa yang kini berusia 10 tahun.

Titik terang kesembuhan datang pada Mei 2007. Saat itu seorang perawat di RSU Cianjur menceritakan ekstrak teripang untuk membantu mengatasi penderitaan anaknya.

Semula Tarkiman enggan memberikan ekstrak itu karena tidak yakin bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Maklum, sebelumnya ia mencoba berbagai suplemen kesehatan anjuran rekan-rekannya, tetapi tetap gagal. ‘Semuanya sudah dicoba, mulai dari jamu-jamuan sampai dengan pengobatan alternatif dengan mediasi, semuanya gagal,’ kata Tarkiman.

Genetik pada penderita thalasemia

Pada suatu ketika pikiran Tarkiman berubah: tak ada salahnya untuk mencoba. Cairan kental itu dikonsumsi Salwa 2 kali satu sendok makan sehari. Dosis itu ditambah dengan 5 butir spirulina 2 kali sehari. Pekan pertama, Salwa tak lagi demam. Tiga pekan kemudian, hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin Salwa melonjak ke angka 10. Artinya, kesehatan Salwa berangsur normal.

Setelah 3 bulan mengkonsumsi, frekuensi transfusi darah berkurang dari 2 kali per bulan masing-masing 2-3 kantong menjadi 1 kali sebulan hanya 1 kantong. Walau begitu, kadar hemoglobin tetap ajek di atas angka 10. Bobot tubuh meningkat menjadi 28 kg, sebelumnya 20 kg. Pun, limpa Salwa, kini tak pernah membengkak. Perubahan itu menggembirakan keluarga Tarkiman.

Menurut Ketua Pusat Thalasemia Indonesia, Prof Dr Iskandar Wahidijat SpA(K), thalasemia merupakan suatu penyakit genetik yang diturunkan dari kedua orangtua. Kedua orangtua secara klinis boleh saja terlihat sehat, walau sebetulnya salah satu gennya pembawa sifat penyakit itu. Nah, bila kedua gen itu bertemu, maka anak mereka akan mengidap thalasemia. Hidup anak bergantung pada transfusi darah karena umur sel darah merahnya tidak panjang, hanya 1-2 bulan, normalnya 3-4 bulan.jadi siapa saja dari anda yang menderita thalasemia jangan pernah ragu untuk menggunakan jelly gamat gold g untuk membantu mengobati masalah anda..Untuk informasi pemesanan obat herbal thalasemia jelly gamat gold g silahkan klik pesan sekarang Jelly gamat Gold G

Glukosaminoglikan

Kemudian muncul pertanyaan mengapa ekstra teripang dapat mengobati thalasemia? hal ini bukan kebetulan belaka. Paulo Antonio de Souza Mourao dari Fakultas Biomedika, Universidade Federal Rio de Janeiro, Brazil, membuktikannya. Menurut Paulo, glukosaminoglikan dalam teripang mampu mengatasi tulang rapuh pada penderita thalasemia mayor. Senyawa itu berefek memperbaiki aliran darah dan melancarkan cairan yang tersumbat.

Menggunakan teripang untuk penyakit thalasemia dipatenkan oleh Yash Sharma P dari Houston, Amerika Serikat. Menurut Yash, yang paling berpengaruh adalah kandungan N-asam glikolineuraminat, merupakan permukaan sel asam sialat. Sialat terbentuk dari polisakarida, glikoprotein, dan glikolipida hal ini hal yang menyebabkan jelly gamat gold g dapat mengobati thalasemia. Saat terjadi mutasi gen, asam glikolineuraminat hilang dari sel. Makanya, limpa yang membersihkan darah tak bekerja semestinya. Akibatnya, limpa membengkak seperti yang dialami Salwa di pinggang kiri. Dengan menambahkan spirulina berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

Sebenarnya Salwa Wijaya tak sendirian masih banyak salwa lain. Di Indonesia masih banyak penderita thalasemia lain seperti hasil riset Departemen Kesehatan: 6-10% dari penduduk Indonesia membawa gen penyakit thalasemia. Mengkonsumsi ekstrak teripang dari jelly gamat gold g merupakan salah satu cara mengatasi penyakit mematikan itu

Untuk Informasi Pemesanan / Pesan Jelly Gamat Gold G:

Format SMS: (Sebaiknya Menggunakan Format dibawah ini)

BGAMAT, Jumlah Pesanan, Nama Lengkap, Alamat Lengkap,No. Hp/Telpon

Kirim ke: 082116551105 / pinBB: 271f7cf3

Contoh: BGAMAT, 4, FARID FITRIADI, Jln. Kejujuran No 1 Rt 1 Rw 4 Desa Barokah Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang Jawa Barat, 085324551105

info Jelly Gamat Gold G: Pengobatan Herbal Penyakit Thalasemia– mengobati thalasemia dengan aman serta tanpa efek samping dengan jelly gamat gold g.